PATRIALIS AKBAR Merupakan sosok politisi yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap Kemanusiaan dan Keadilan. Sejak awal karier di politik, ia telah memilih jalur penegakan hukum. Karena menurutnya politik dan hukum adalah dua instrumen yang paling dekat untuk mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Sebagai individu yang kuat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan santri dan lingkungan agama serta nilai-nilai kehidupan kesahajaan,  ia merasa bahwa jabatan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah milik Allah SWT yang dipinjamkan guna menjalankan Kekuasaan untuk Kemanusiaan.

Maka adalah wajar bila hari-hari pertama sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, ia curahkan untuk menyingkap berbagai ketidakadilan kemanusiaan, sekaligus melakukan berbagai terobosan untuk menghadirkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia lebih bermakna bagi Masyarakat luas dan menjadi primadona Kabinet Indonesia Bersatu II.

***

Buku Kekuasaan untuk Kemanusiaan merupakan  diari  atau  catatan harian Patrialis Akbar pada seratus hari kerja pertamanya sebagai seorang Menteri di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pemikiran-pemikiran yang dialasi kesucian hati yang tertuang dalam berbagai kebijakannya selama memimpin kementerian ini secara nyata merupakan “kado” terindah bagi orang-orang kecil atau yang terlanggar keadilannya. Kita semua patut meneladani langkah beliau dalam melahirkan model ragam kebijakan dengan tanpa memaksakan peraturan dan kekuasaan, tetapi selalu bernuansa penekanan pada hak asasi manusia.

Prof. Abdul Bari Azed
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia

***

Buku Kekuasaan untuk Kemanusiaan secara lugas dan jujur menggambarkan gagasan brilian, refleksi kejernihan hati dan sekaligus kepedulian terhadap sisi kemanusiaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar. Pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam buku ini penting dipahami oleh semua orang yang memiliki komitmen terhadap pembangunan hukum dan masa depan negeri ini.

Prof. Dr. H. Ahmad M. Ramli
Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran

***

Kekuasaan untuk Kemanusiaan adalah manifestasi kegelisahan — seorang praktisi hukum yang terjun ke dunia politik — terhadap dunia hukum Indonesia yang belum mampu memberikan keadilan, terutama bagi rakyat kecil. Patrialis Akbar dalam buku ini mengingatkan kita semua untuk menggunakan kekuasaan semata-mata bagi kemanusiaan, ditengah-tengah perilaku permisif dari pejabat pusat dan daerah yang menggunakan kekuasaan sebagai “pintu masuk” penyalahgunaan kewenangan. Apabila tekad “kekuasan untuk kemanusiaan” benar dihayati serta diaktualisasikan oleh seluruh pejabat, niscaya perilaku koruptif akan menurun drastis. Tekad penulis untuk menjadi leader by example, membuat saya yakin Patrialis Akbar mampu mewujudkan itu semua.

Mas Achmad Santosa, SH, LLM
Anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum

***

Editor:
Kolier Haryanto
Tubagus Erif Faturahman

Desain/Tipografi:
M.F. Setiawan

Dimensi: xiv + 180 hlm. ; 28 cm
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
ISBN 978-979-16891-1-3

Cetakan Pertama, Februari 2010
©Indonesia Future Institute
Indonesia Future Institute Building
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 40C
Jakarta Selatan – INDONESIA